Sekolah Kampung Urban

JAKARTA – Kerja sama tiga pihak  dalam program Sekolah Kampung Urban ditandatangani di Jakarta, Jumat (17/4) lalu. Ketiga pihak tersebut adalah harian Sinar Harapan, Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Sanggar Anak Akar (SAA).

Penandatanganan tersebut dilakukan Pemimpin Umum Sinar Harapan Daud Sinjal, Rektor IKJ Wagiono Sunarto dan Ketua SAA Susilo Adinegoro. Sekolah Kampung Urban merupakan program pemberdayaan masyarakat di 10 wilayah di Jakarta. Diharapkan kerja sama ini akan mendorong terwujudnya kampung-kampung kreatif yang mandiri dan sejahtera.

Warga dari 10 kampung yang ada di Jakarta akan mendapatkan pelatihan regular dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan kampung tersebut. Ketiga pihak akan bekerja sama memberikan pelatihan di bidang aktivitas sosial-budaya, dari seni tari, seni rupa, teater, film, hingga jurnalisme warga dan juga membentuk forum warga sebagai ajang dialog antarwarga untuk membahas kebutuhan kampung.

Menurut Ketua Pelaksana Ibe Karyanto, program ini menargetkan keterlibatan aktif warga kampung urban dalam pengembangan gerakan sosial-budaya menuju kampung mandiri, adil, dan sejahtera.
“Akan ada pelatihan dasar maupun pengembangan keterampilan warga di berbagai bidang yang relevan dengan potensi dan kebutuhan warga kampung setempat,” ungkap Ibe Karyanto.

Selain itu, juga akan ada pengembangan potensi sosial-budaya yang meliputi ketrampilan tata ruang atau lingkungan kampung dan penghijauan atau urban farming. Akan ada perbedaan jenis kegiatan di masing-masing kampung, tergantung dengan hasil diskusi perencanaan bersama warga di setiap kampung.

Sebuah ekspo kampung dan festival kampung akan digelar seiring dengan selesainya pelatihan yang diberikan di masing-masing kampung. Warga kampung akan punya kesempatan untuk memamerkan pencapaian mereka—baik di bidang seni, budaya, literasi, maupun lingkungan—ke hadapan publik dalam moment kampung ekspo dan festival kampung urban. Nantinya diharapkan publik akan terinspirasi dan mereplikasi aktivitas tersebut dalam komunitas-komunitas mereka.

Program ini juga diharapkan menjadi program berkelanjutan yang bisa memberdayakan warga. “Kami harapkan program ini bisa bergulir dan sustain,” ujar Wagiono.

Seniman patung Dolorosa Sinaga yang akan terlibat dalam proyek ini, melihat bahwa sinergi antartiga lembaga dalam proyek Sekolah Kampung Urban ini merupakan penyeimbang dari ketidakpedulian Negara terhadap pemberdayaan masyarakat di kampung urban.***

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *